Friday, April 17, 2020

Anies Baswedan Sebut Jumlah Kematian di Jakarta Tembus Angka 1000, Ibu Kota Kini bak Wuhan, China



Gubernur DKI Jakarta menyampaikan kabar bahwa penyebaran virus Corona di DKI masih terus naik seperti diketahui DKI Jakarta adalah daerah dengan kasus terbanyak virus Corona hingga saat ini bahkan Anies Baswedan menyebutkan telah ada lebih dari 987 orang yang meninggal dunia dan di makamkan sesuai protokol Kav 19 dikutip dari wartakota.com Anies Baswedan menuturkan sejak pemerintah mengembangkan pasien 1 dan 2 awal Maret 2020 dalam kurun waktu kurang dari 40 hari. Jumlah infeksi karena di Jakarta telah mencapai 2242 kasus tangga tersebut bahkan belum seberapa dibandingkan data orang meninggal dunia yang dimakamkan sesuai protokol positif konflik 19 Anies Baswedan mengungkapkan data Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 987 jenazah asal Jakarta yang dimakamkan memakai protokol Cafe 19 di taman pemakaman umum tppu Pondok Ranggon Jakarta Timur itu tercatat sejak Jumat 6 Maret 2020 sampai dengan selesai 14 April 2020 sekira pukul

11 Waktu Indonesia Barat bahkan Anies Baswedan menyebut angka kematian di sana sudah mencapai 1000 kasus Gubernur Anies Baswedan menjelaskan sebagian korban meninggal belum mendapatkan hasil final uji laboratorium sehingga 987 tersebut belum dapat dipastikan penyebab kematiannya adalah karena konflik 19 namun pemakaman semua pasien tersebut dilakukan sesuai protokol penanganan konflik 19 dijelaskan Anis Baswedan penyebaran konsep 19 di Jakarta sudah membentuk huruf c. Karena terus mengalami kenaikan per 14 April 2020 saja sudah ada 2349 kasus positif di DKI Jakarta dan sebanyak 243 lainnya meninggal dunia ini sekarang jadi seperti hari ini kita melihat bulan Januari Vietnam bulan Januari kita lihat di Bali bulan Januari Jadi kalau hari ini

History in the making sedang bikin sejarah tapi baru bisa diketahui dampaknya itu baru besok hari ini kita belum bisa Kenapa karena kita belum punya hari ini pun kita belum tahu berapa orang yang sesungguhnya positif konflik anti minggu minggu kedepan bulan bulan ke depan teman-teman bisa lihat data dan pada saat itu kita bisa merujuk Apakah kebijakan yang kita lakukan di Jakarta dibandingkan dengan tempat lain yang melakukannya Kapan dampaknya Seperti apa nanti akan terlihat karena memang ini kan bukan seperti permukaan air hujan ya air yang ditutup pintunya lalu kita lihat permukaan nya seperti apa ini tidak bahkan hari ini kalau ditanya Berapa jumlah orang yang positif kopi kita tidak tahu kok Berapa jumlahnya

Kita tahu orang yang sudah dites berapa yang hasilnya positif hal yang berbeda orang yang sudah dites positif dengan orang yang sudah terjangkit kopi ya? Kalau ada satu juta populasi tapi yang diperiksa cuman Rp1.000 ya nggak mungkin dong angkat positifnya 2000 1000 kok kita jadi kita sekarang nggak tahu Anto orang yang sudah di PS tapi kita belum tahu berapa angka yang sesungguhnya sudah terjangkiti komplit yang baru kembali dari pemakaman di Pondok Ranggon taman di sana tadi itu sama dengan jam 12 udah ada 987 orang yang jenazahnya dimakamkan dengan protap office 93.

Lagi 1000 ini ya. Iya Nah kita tidak bisa dokter meminta atau Rumah Sakit meminta itu dilaksanakan dengan prosedur kopi artinya diagnosa mereka menduga itu Tapi kan belum ada hasil tesnya iya iya iya iya iya kalau belum ada hasil tesnya kan tidak bisa dikatakan hitam diatas putih sebagai komplit tapi kenyataannya itu sudah di nanti nanti di kemudian hari kita kan udah tahu berapa sesungguhnya yang hari ini. 

Labels: