Anies Baswedan Sebut Jumlah Kematian di Jakarta Tembus Angka 1000, Ibu Kota Kini bak Wuhan, China
Gubernur DKI Jakarta menyampaikan kabar bahwa penyebaran
virus Corona di DKI masih terus naik seperti diketahui DKI Jakarta adalah
daerah dengan kasus terbanyak virus Corona hingga saat ini bahkan Anies
Baswedan menyebutkan telah ada lebih dari 987 orang yang meninggal dunia dan di
makamkan sesuai protokol Kav 19 dikutip dari wartakota.com Anies Baswedan
menuturkan sejak pemerintah mengembangkan pasien 1 dan 2 awal Maret 2020 dalam
kurun waktu kurang dari 40 hari. Jumlah infeksi karena di Jakarta telah
mencapai 2242 kasus tangga tersebut bahkan belum seberapa dibandingkan data
orang meninggal dunia yang dimakamkan sesuai protokol positif konflik 19 Anies
Baswedan mengungkapkan data Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 987 jenazah asal
Jakarta yang dimakamkan memakai protokol Cafe 19 di taman pemakaman umum tppu
Pondok Ranggon Jakarta Timur itu tercatat sejak Jumat 6 Maret 2020 sampai
dengan selesai 14 April 2020 sekira pukul
11 Waktu Indonesia Barat bahkan Anies Baswedan menyebut
angka kematian di sana sudah mencapai 1000 kasus Gubernur Anies Baswedan
menjelaskan sebagian korban meninggal belum mendapatkan hasil final uji
laboratorium sehingga 987 tersebut belum dapat dipastikan penyebab kematiannya
adalah karena konflik 19 namun pemakaman semua pasien tersebut dilakukan sesuai
protokol penanganan konflik 19 dijelaskan Anis Baswedan penyebaran konsep 19 di
Jakarta sudah membentuk huruf c. Karena terus mengalami kenaikan per 14 April
2020 saja sudah ada 2349 kasus positif di DKI Jakarta dan sebanyak 243 lainnya
meninggal dunia ini sekarang jadi seperti hari ini kita melihat bulan Januari
Vietnam bulan Januari kita lihat di Bali bulan Januari Jadi kalau hari ini
History in the making sedang bikin sejarah tapi baru bisa diketahui
dampaknya itu baru besok hari ini kita belum bisa Kenapa karena kita belum
punya hari ini pun kita belum tahu berapa orang yang sesungguhnya positif
konflik anti minggu minggu kedepan bulan bulan ke depan teman-teman bisa lihat
data dan pada saat itu kita bisa merujuk Apakah kebijakan yang kita lakukan di
Jakarta dibandingkan dengan tempat lain yang melakukannya Kapan dampaknya
Seperti apa nanti akan terlihat karena memang ini kan bukan seperti permukaan
air hujan ya air yang ditutup pintunya lalu kita lihat permukaan nya seperti
apa ini tidak bahkan hari ini kalau ditanya Berapa jumlah orang yang positif
kopi kita tidak tahu kok Berapa jumlahnya
Kita tahu orang yang sudah dites berapa yang hasilnya
positif hal yang berbeda orang yang sudah dites positif dengan orang yang sudah
terjangkit kopi ya? Kalau ada satu juta populasi tapi yang diperiksa cuman
Rp1.000 ya nggak mungkin dong angkat positifnya 2000 1000 kok kita jadi kita
sekarang nggak tahu Anto orang yang sudah di PS tapi kita belum tahu berapa
angka yang sesungguhnya sudah terjangkiti komplit yang baru kembali dari
pemakaman di Pondok Ranggon taman di sana tadi itu sama dengan jam 12 udah ada
987 orang yang jenazahnya dimakamkan dengan protap office 93.
Lagi 1000 ini ya. Iya Nah kita tidak bisa dokter meminta
atau Rumah Sakit meminta itu dilaksanakan dengan prosedur kopi artinya diagnosa
mereka menduga itu Tapi kan belum ada hasil tesnya iya iya iya iya iya kalau
belum ada hasil tesnya kan tidak bisa dikatakan hitam diatas putih sebagai komplit
tapi kenyataannya itu sudah di nanti nanti di kemudian hari kita kan udah tahu
berapa sesungguhnya yang hari ini.
Labels: Jakarta


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home